Festival Dolanan Cah Jenogoro 2019

Festival Dolanan Cah Jenogoro 2019

Media dakwah - Prodi Bimbingan Konseling Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro, menggelar Festival Dolanan Cah Jenogoro 2019, minggu (16/11/2019). Kegiatan ini di gelar di halaman kampus STAI Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro.

Ketua GBK Bojonegoro, Isna Ni'matus Sholikah mengungkapkan, kegiatan ini merupakan sebagian dari pembelajaran terhadap anak-anak zaman sekarang.

"Dalam rangka kembali mengenalkan dolanan zaman dulu (permainan zaman dulu) yang kini sudah beranjak ditinggalkan oleh anak-anak zaman sekarang dan memilih permainan moderen yang ada di Smartphone," terang Isna Ni'matus Sholikah.

Dalam kegiatan Festival Dolanan Jonegoro 2019, pihaknya juga turut mengundang anak-anak dari berbagai sekolah tingkat dasar seluruh Kecamatan Sumberrejo.

"Berkompetisi, memaafkan ketika salah, melatih keseimbangan, melatih kerja sama," tutup Isna Ni'matus Sholikah dalam sambutannya.

Setelah sambutan-sambutan, adik-adik di ajak dolanan zaman dulu (permainan zaman dulu), ada egrang, ada congklak, ada dakon dan masih banyak lagi.

"Festival dolanan ini murni dari mahasiswa bki stai attanwir bojonegoro, terutama hmps bki stai attanwir, saya dan temen-teman dosen hanya menfasilitasi acara ini, dan untuk kedepannya, insyallah program ini akan jadi program tahunan dari bki," ungkap Bu indah selaku kapordi bki stai attanwir bojonegoro.

"Alahmamdulillah anak-anak semangat sekali, sekarang permainan zaman dulu agak luntur kalah dengan gajed, internet, permainan modern, saya setuju dengan adanya acara seperi ini, bagus sekali acaranya, harapannya agar anak-anak lebih dekat dengan permainan tradisional," kata salah satu pembina adek peserta festival dolanan jenegoro.

"Permainan ini simpel, dengan tujuan agar adek-adek mejadi paham dan mengenal permainan dahulu sebab mainset mereka sudah berubah apa-apa gajed, juga untuk merespond setimulus anak-anak dengan bermain dan belajar," tutur azizah selaku ketua hmps bki stai attanwir bojonegoro.

"Festival dolanan anak ini sangat bagus untuk anak-anak, karena sesuai dengan surat edaran dari bupati, gerakan 1821, gerakan mulai jam 06.00 - 09.00 malam untuk keluarga berkumpul di rumah, tidak menyalakan gadget, dan televisi, untuk mendidik anak-anaknya, bisa sholat berjaman, ngaji bersama, belajar bersama untuk terciptanya ketahanan dalam keluarga, untuk lebih dekat, festival ini bagus agar anak-anak lebih bersosialisasi dengan teman-temannya, kalau dengan gadget anak-anak cenderung bermain individu jadi mereka serba sendiri, kalau begini mereka bisa saling menolong, kerjasaman, disiplin berlatih disiplin sejak sini," tutur Bu anik selaku pembina dan pemberdaya wanita dan anak-anak bojonegoro, mewakili Bu anna muawanah (bupati bojonegoro) yang berhalangan hadir.

"Kepad anak-anak ku, harus bisa memilih mana yg baik, dan untuk orang tua bisa lebih mengawasi anak-anaknya terutama saat menggunakan gadget, dan orang tua harus lebih pinter dari pada anak, karna biasanya orang tua di aka